<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-770023101705898958</id><updated>2011-11-27T16:44:51.730-08:00</updated><title type='text'>Isu Terkini di Indonesia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://isuindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isuindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rusydi Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/SvujO7dtEpI/AAAAAAAAAGE/tC9OjPu_9-I/S220/usa.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-770023101705898958.post-2755498305036436767</id><published>2010-02-01T21:03:00.001-08:00</published><updated>2010-02-01T21:03:54.531-08:00</updated><title type='text'>NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA</title><content type='html'>NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA&lt;br /&gt;Diposkan oleh ARKILAUS ARNESIUS BAHO Minggu, 24 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.fullpost{display: inline;}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Subhan Hassannoesi&lt;br /&gt;Aktivis Dakwah Papua yang juga anggota Majlis Muslim Papua ( MMP )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.&lt;br /&gt;http://berita. liputan6. com/progsus/ 200209/41945/ class=%27vidico% 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapur a sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freeport merupakan lading uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran senidir telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/770023101705898958-2755498305036436767?l=isuindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isuindonesia.blogspot.com/feeds/2755498305036436767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=770023101705898958&amp;postID=2755498305036436767' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/2755498305036436767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/2755498305036436767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isuindonesia.blogspot.com/2010/02/negara-amerika-dibangun-dari-emas-papua.html' title='NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA'/><author><name>Rusydi Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/SvujO7dtEpI/AAAAAAAAAGE/tC9OjPu_9-I/S220/usa.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-770023101705898958.post-6883605401958866998</id><published>2008-02-07T03:36:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T03:46:13.150-08:00</updated><title type='text'>BEDA PEMAKAMAN BUNG KARNO &amp; PAK HARTO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R6ruuB6umpI/AAAAAAAAAAs/cNJ4eoUNwvw/s1600-h/Suharto+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R6ruuB6umpI/AAAAAAAAAAs/cNJ4eoUNwvw/s400/Suharto+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164202397289847442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;BEDA PEMAKAMAN BUNG KARNO &amp;amp; PAK HARTO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Oleh Asvi Warman Adam *ahli peneliti utama LIPI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Pada 27 Januari 2008 pukul 13.10, mantan Presiden Soeharto wafat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Jenazahnya disemayamkan di kediamannya, Jalan Cendana, dan dilayat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;pejabat tinggi negara, mulai presiden, wakil presiden, sampai para&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;menteri. Masyarakat umum berjubel di sepanjang Jalan Cendana menonton&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;para tetamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Senin pagi, 28 Januari 2008, ini jenazah mantan orang nomor satu RI &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;itu diterbangkan ke pemakaman keluarga di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_0"&gt;Astana&lt;/span&gt; Giribangun. Ketua &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;DPR Agung Laksono akan bertindak secara resmi dalam pelepasan jenazah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;di Jalan Cendana, Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin pelepasan di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Halim Perdanakusumah. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_1"&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt; menjadi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;inspektur upacara di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_2"&gt;Astana&lt;/span&gt; Giribangun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_3"&gt;Astana&lt;/span&gt; Giribangun yang diperuntukkan keluarga Nyonya Suhartinah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Soeharto didirikan di Gunung Bangun yang  tingginya 666 meter di atas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;permukaan laut. Cangkulan pertama dilakukan Tien Soeharto Rabu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Kliwon, 13 Dulkangidah Jemakir 1905, bertepatan dengan 27 November&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;1974.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Dengan menggunakan 700 pekerja, bangunan yang merupakan gunung yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;dipangkas tersebut diselesaikan dan diresmikan pada Jumat Wage, 23 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Juli 1976. Jadi 30 tahun sebelum meninggal, Soeharto telah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;mempersiapkan tempat peristirahatan yang terakhir. Hal itu dilakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Soeharto agar "tidak menyusahkan orang lain".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Soeharto memperoleh hak dan fasilitas sebagai seorang mantan kepala &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;negara. Namun, hal yang berbeda dialami mantan Presiden Soekarno. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Sewaktu mengalami semacam tahanan rumah di Wisma Yaso (sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Gedung Museum Satria Mandala Pusat Sejarah TNI) di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_4"&gt;Jalan Gatot &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_4"&gt;Subroto&lt;/span&gt;, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_5"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;, Soekarno tidak boleh dikunjungi masyarakat umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Pangdam Siliwangi H.R. Dharsono mengeluarkan perintah melarang rakyat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Jawa Barat untuk  mengunjungi dan dikunjungi mantan Presiden Soekarno. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Kita ketahui, H.R. Dharsono kemudian juga menjadi kelompok Petisi 50 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;dan meminta maaf kepada keluarga Bung Karno atas perlakuannya pada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;masa lalu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Putrinya sendiri, Rachmawati, hanya boleh besuk pada jam tertentu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Pada 21 Juni 1970, Bung Karno wafat setelah beberapa hari dirawat di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;RSPAD Gatot Subroto, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_6"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;. Beberapa waktu sebelumnya, Rachmawati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;menanyakan kepada Brigjen Rubiono Kertapati, dokter kepresidenan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;kalau Soekarno menderita gagal ginjal, kenapa tidak dilakukan cuci &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;darah? Jawabannya, alat itu sedang diupayakan untuk dipesan ke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Inggris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Itu jelas sangat ironis. Pada masa revolusi pasca kemerdekaan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Jenderal Sudirman menderita penyakit TBC. Ketika itu, obatnya baru &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;ditemukan di luar negeri, yakni streptomycin. Pemerintah Indonesia &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;dalam keadaan yang sangat terbatas dan berperang menghadapi Belanda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;berusaha mendapatkan  obat tersebut ke mancanegara, tetapi nyawa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Panglima Sudirman tidak tertolong lagi. Hal itu tidak dilakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;terhadap Ir Soekarno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Bung Karno dibaringkan di Wisma Yaso setelah wafat di RSPAD Gatot &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Subroto dan di situ pula dia dilepas Presiden Soeharto dan Nyonya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Tien Soeharto. Situasi saat itu memang sangat tidak kondusif bagi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Soekarno dan keluarganya. Beberapa hari sebelumnya, yakni 1 Juni &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;1970, Pangkopkamtib mengeluarkan larangan peringatan hari lahirnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Pancasila setiap 1 Juni. Soekarno sedang diperiksa atas tuduhan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;terlibat dalam percobaan kudeta untuk menggulingkan dirinya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Pemeriksaan tersebut dihentikan setelah sakit Bung Karno semakin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;parah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Pada 22 Juni 1970, jenazah sang proklamator dibawa ke Halim &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Perdanakusumah menuju &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_7"&gt;Malang&lt;/span&gt;. Di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_8"&gt;Malang&lt;/span&gt; disediakan mobil jenazah yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;sudah tua milik Angkatan Darat, demikian pengamatan Rachmawati &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Soekarnoputri (di dalam buku Bapakku  Ibuku, 1984) yang membawanya ke&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Blitar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Sepanjang jalan Malang-Blitar, rakyat melepas kepergian sang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;proklamator di pinggir jalan. Di sini Soekarno dimakamkan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Inspektur Upacara Panglima ABRI Jenderal Panggabean pada sore hari.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Sambutan dibacakan sangat singkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Soekarno hanya dimakamkan di pemakaman umum di samping ibunya. Seusai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;acara resmi, rakyat ikut menabur bunga. Karena banyaknya tanaman itu, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;sampai terbentuk gunung kecil di atas pusara Sang Putra Fajar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;tersebut. Namun tak lama kemudian, rakyat yang tidak kunjung beranjak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;dari makam kemudian mengambil bunga-bunga itu sebagai kenangan- &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;kenangan. Dalam tempo singkat, makam Bung Karno kembali rata sama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;dengan tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Pemakaman di Blitar itu berdasar Keputusan Presiden RI No 44/1970 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;tertanggal 21 Juni 1970. Keputusan tersebut diambil dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;berkonsultasi bersama pelbagai tokoh masyarakat. Padahal, Masagung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;dalam buku  Wasiat Bung Karno (yang baru terbit pada 1998) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;mengungkapkan bahwa sebetulnya Soekarno telah menulis semacam wasiat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;masing-masing dua kali kepada Hartini (16 September 1964 dan 24 Mei &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;1965) dan Ratna Sari Dewi (20 Maret 1961 dan 6 Juni 1962). Di dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;salah satu wasiat itu dicantumkan tempat makam Bung Karno, yakni di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;bawah kebun nan rindang di Kebun Raya Bogor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Di dalam otobiografinya, Soeharto mengatakan bahwa sebelum memutuskan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;tempat pemakaman Soekarno, dirinya mengundang pemimpin partai. Jelas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Soeharto menganggap itu masalah politik yang cukup pelik. Jadi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;pemakaman tidak ditentukan keluarga, tetapi melalui pertimbangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;elite politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Kemudian, Soeharto melalui keputusan presiden menetapkan pemakaman di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Blitar konon dengan alasan tidak ada kesepakatan di antara keluarga. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Apakah betul demikian? Sebab, pendapat lain mengatakan bahwa hal itu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;dilakukan Soeharto demi pertimbangan keamanan.  Jika dikuburkan di&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Kebun Raya, pendukung Bung Karno akan berdatangan ke sana dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;rombongan yang sangat banyak, sedangkan jarak &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_9"&gt;Bogor&lt;/span&gt; dengan ibu kota &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_10"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; tidak begitu jauh. Hal tersebut dianggap berbahaya, apalagi&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;saat itu menjelang Pemilu 1971.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Pemugaran makam Bung Karno juga penuh kontroversi. Pemugaran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;dilakukan pada 1978 dengan memindahkan makam-makam orang lain &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_11"&gt;itu&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Menurut Ali Murtopo di depan kader PDI se-Jawa Timur, ide tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;berasal dari Presiden Soeharto. Masyarakat tentu bisa menduga bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;itu dilakukan dalam rangka mengambil hati para pendukung Bung Karno &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;menjelang pemilu. Dalam pemugaran tersebut, keluarga tidak diajak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;ikut serta. Bahkan, dalam peresmian pemugaran itu, putra-putri &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Soekarno tidak hadir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Dalam prosesi pemakaman di Kalitan-Solo, Megawati tidak hadir karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;sedang berada di luar negeri. Namun, kabarnya putra tertua Bung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Karno, Guntur &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_12"&gt;Sukarno&lt;/span&gt; Putra,  mewakili keluarga mantan Presiden &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Soekarno akan datang ke &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1202384123_13"&gt;Astana&lt;/span&gt; Giribangun. Ketika Soeharto di Rumah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;Sakit Pertamina, Guruh juga berkunjung. Ini suatu pelajaran sejarah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;berharga bagi bangsa kita. Jangan lagi kesalahan masa lalu diulang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;dan marilah kita berjiwa besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Lucida Sans Unicode;font-size:85%;"&gt;* Dr Asvi Warman Adam, sejarawan, ahli peneliti utama LIPI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/770023101705898958-6883605401958866998?l=isuindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isuindonesia.blogspot.com/feeds/6883605401958866998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=770023101705898958&amp;postID=6883605401958866998' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/6883605401958866998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/6883605401958866998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isuindonesia.blogspot.com/2008/02/beda-pemakaman-bung-karno-pak-harto.html' title='BEDA PEMAKAMAN BUNG KARNO &amp; PAK HARTO'/><author><name>Rusydi Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/SvujO7dtEpI/AAAAAAAAAGE/tC9OjPu_9-I/S220/usa.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R6ruuB6umpI/AAAAAAAAAAs/cNJ4eoUNwvw/s72-c/Suharto+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-770023101705898958.post-6579916821549037460</id><published>2007-12-17T03:38:00.000-08:00</published><updated>2007-12-17T04:15:50.370-08:00</updated><title type='text'>Kematian Pelawak Indonesia Basuki</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R2ZieSap09I/AAAAAAAAAAc/-bCBSg9eGbA/s1600-h/Basuki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R2ZieSap09I/AAAAAAAAAAc/-bCBSg9eGbA/s320/Basuki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144907896796599250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Sudah menjadi ketentuan Allah, bahwa tiap-tiap yang hidup pasti akan mengalami kematian. Kematian merupakan pintu perpindahan dari kehidupan dunia yang fana menuju kehidupan akhirat yg kekal yg penuh pembalasan amal-amal. Di kehidupan yang kekal ini seharusnya kita mempersiapkan diri kita sepenuhnya. Tetapi kenyataan berbicara lain. Kita justru sibuk mempersiapkan kehidupan kita yang fana ini. Kita bekerja dengan sangat keras/bekerja dengan sangat cerdas hanya mengharapkan kehidupan di dunia yang lebih baik. Mengharapkan masa depan dunia yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena kehidupan di akherat tidak tampak dan tidak tahu kapan kita akan menghadapinya. Tetapi kehidupan dunia yang fana ini sungguh nyata 100%. Senyatanya, sampai-sampai kita dapat dengan mudah membuktikan misal keberadaan seseorang atau benda. Kita dapat merasakannya. Oleh karena kehidupan yang nampak sehari-hari inilah maka kita kadang lupa dengan persiapan akan kehidupan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anehnya bila kita dihadapkan pada dinding yang di dinding tersebut terdapat colokan listrik dan terdapat kabel listrik yang keluar dari colokan listrik tersebut, colokan ini rusak parah karena itu kabelnya keluar. Beranikah kita memegang kabel tersebut? Pasti tidak berani. Kenapa? Padahal kita ga tahu ada aliran listrik ato tidak di kabel tersebut. Yah walaupun ada tidanya aliran listrik tidak dapat dibuktikan tapi kita tetep tidak berani untuk memegang kabel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan kehidupan akhirat, seenaknya aja peraturan Allah kita langgar, karena menganggap kematian masih lama akan terjadi. Kita berpikir, yah munkin kita akan meninggal di usia 80an. Tapi coba liat fenomena ini.&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dunia lawak Indonesia kembali kehilangan salah satu tokohnya, setelah sekitar pukul 19.00 WIB pada tanggal 12 Desember 2007 Basuki menghembuskan napasnya yang terakhir di Rumah Sakit Melia Cibubur, Jakarta Timur. Basuki meninggal di usia 51. Siapa sangka usia 51 bisa meninggal dunia. Bahkan Doyok teman basuki yang sama-sama jadi pelawak ga percaya dengan berita kematian Basuki, baru setelah 3 orang temannya menghubunginya dengan berita yang sama baru Doyok percaya. Menurut Kabul (pelawak juga) Basuki meninggal setelah main bola dan mendapat serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita doakan Basuki menjadi ahli surga karena Basuki harus meninggal dulu kalo ingin masuk surga. Amiinn....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak orang baik yang meninggal justru di usia muda. Mungkin Allah sayang dengan mereka dan khawatir mereka akan terjerumus ke magnit dunia yang sangat kuat ini. Wallahu'alam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/770023101705898958-6579916821549037460?l=isuindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isuindonesia.blogspot.com/feeds/6579916821549037460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=770023101705898958&amp;postID=6579916821549037460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/6579916821549037460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/6579916821549037460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isuindonesia.blogspot.com/2007/12/kematian-pelawak-indonesia-basuki.html' title='Kematian Pelawak Indonesia Basuki'/><author><name>Rusydi Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/SvujO7dtEpI/AAAAAAAAAGE/tC9OjPu_9-I/S220/usa.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R2ZieSap09I/AAAAAAAAAAc/-bCBSg9eGbA/s72-c/Basuki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-770023101705898958.post-7940871020353716251</id><published>2007-12-05T07:11:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T07:32:50.919-08:00</updated><title type='text'>BMM Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R1bAfSVdxFI/AAAAAAAAAAU/1FMsDH4WAmg/s1600-h/petrol.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R1bAfSVdxFI/AAAAAAAAAAU/1FMsDH4WAmg/s320/petrol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140507668420346962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hampir setiap tahun pemerintah selalu menaikkan BBM. Reaksi masyarakat terhadap kenaikan BBM ini biasa saja. Tidak seperti yang terjadi di Burma (Myanmar) akhir-akhir ini. Harga BBM di Burma naik 2 kali lipat dan protes terjadi dimana-mana. Bahkan protes ini melibatkan Pendeta-pendeta budha. Protes ini ditentang keras oleh pemerintah Myanmar dan akhirnya banyak Pendeta Budha yang terluka. Dengan kejadian ini maka semakin banyak pendeta Budha yang ikut protes di jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sudah menjadi langganan untuk menaikkan harga BBM. Reaksi yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dengan mengantri di tempat pengisian bahan bakar (POM) saat kenaikan harga minyak tanah akan dilakukan. Malahan pernah terjadi kemacetan yang panjang karena pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan 3 hari sebelum kenaikan BBM berlaku. Ada yang membawa dirigen, ada yang bolak-balik mengisi mobilnya dengan BBM setelah dikosongkan lagi dan dipindahkan ke dirigen. Fenomena ini selalu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah kali ini mencoba jalan lain dengan cara mengurangi/membatasi penggunaan premium. Penggunaan premium ini akan dibatasi, entah bagaimana caranya, dan dilakukan secara bertahap. Sementara di Jakarta sebagai pilot project. Ada kemungkinan dengan cara :&lt;br /&gt;1. Setiap mobil diminta mengisi tangki mobilnya dengan premium maksimum 20 liter. Hal ini dapat diakali oleh pengguna mobil dengan mengisi premiun di pom sebelahnya.&lt;br /&gt;2. Di jalan TOL hanya disediakan pertamax plus untuk mobil pribadi. Hal ini diakali dengan mengisi penuh dengan Premium sebelum masuk TOL&lt;br /&gt;3. Pembagian kartu, nah ini sangat sulit dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak pembatasan BBM ini maka, mereka yang terbatas dalam memakai BBM akan membeli mobil baru karena mobil yang bisanya untuk rute panjang sekarang hanya untuk rute pendek. Misal ingin mengantar anak, ibu, dan bapak. Maka dengan pembatasan BBM ini diatasi dengan memakai tiga mobil. Apa yang terjadi, justru pemakain BBM di Indonesia meningkat pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya memang baik yaitu untuk mengurangi subsidi BBM yang bila terjadi di Jakarta saja akan menghemat sekitar 6 triliun pertahun. Tapi pelaksanaanya yang sangat susah. Alternatif untuk membatasi penggunaan BBM adalah dengan membuat kendaraan seefisien mungkin dalam penggunaaan BBM, mengurangi kemacetan, dan memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Atau lebih baik lagi dengan mengefisienkan produksi BBM dalam negeri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/770023101705898958-7940871020353716251?l=isuindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isuindonesia.blogspot.com/feeds/7940871020353716251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=770023101705898958&amp;postID=7940871020353716251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/7940871020353716251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/7940871020353716251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isuindonesia.blogspot.com/2007/12/bmm-lagi.html' title='BMM Lagi'/><author><name>Rusydi Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/SvujO7dtEpI/AAAAAAAAAGE/tC9OjPu_9-I/S220/usa.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R1bAfSVdxFI/AAAAAAAAAAU/1FMsDH4WAmg/s72-c/petrol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-770023101705898958.post-4887004412873399088</id><published>2007-12-01T08:17:00.000-08:00</published><updated>2007-12-01T09:17:55.638-08:00</updated><title type='text'>Video Polisi Disogok di Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R1GKcCVdxEI/AAAAAAAAAAM/KVWQpaxUjlo/s1600-R/Polisi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R1GKcCVdxEI/AAAAAAAAAAM/0n0PwiBQAhk/s320/Polisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5139040864074318914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengalaman pertama kali saat ditilang polisi adalah sekitar kelas 2 SMA. Yah agak lupa-lupa ingat, maklum dah lama banget. Pengalaman ini terjadi saat Ibnu melanggar peraturan lalu lintas bilangan Terban Yogyakarta. Waktu itu Ibnu membawa surat lengkap, karena baru pertama kali kena tilang maka Ibnu diminta untuk ikut sidang di Pengadilan Jalan Kapas Jogjakarta. Di pengadilan, disidang dan diputuskan untuk membayar denda. Ibnu lupa besarnya denda waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sifat Ibnu yang kadang-kadang tidak  menuruti peraturan lalulintas bila sedang tergesa-gesa, maka semenjak saat itu Ibnu menjadi langganan kena tilang. Dari pengalaman itulah maka Ibnu mengerti bagaimana berhubungan dengan polisi lalu lintas. Pernah suatu saat Ibnu melanggar lampu merah, di bilangan Mandala Krida Yogyakarta. Dari arah Gayam ke jalan Gondosuli kan tidak boleh langsung, saat itu Ibnu belok kiri langsung karena sudah magrib dan saya baru pulang dari malioboro. Begitu masuk jalan Gondosuli trus dipepet oleh polisi lalu lintas, mereka minta surat-surat (entah dari mana datangnya polisi ini). Dengan berbagai macam cara Ibnu menghindar dari denda yang dikenakan oleh polisi tersebut.  Memang saat itu  uang Ibnu sedang habis karena membeli 2 buah kaos di Malioboro. Ibnu bilang ke polisi kalo saya  adalah pelajar dan tidak punya uang , Ibnu memperlihatkan dompetnya ke polisi. Kayaknya polisi yang ini baik hati, mereka meloloskan Ibnu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Ibnu pernah kena tilang di jalan Timoho, Yogyakarta. Denda yang mereka minta Rp.20.000,- dan berhasil ditawar dengan harga Rp. 10.000,-. Di Depan bank Mega Sudirman Ibnu juga pernah kena tilang dan berhasil lolos dengan membayar Rp. 10.000. Dari sekian kali kena tilang rata-rata denda yang dikenakan sebesar Rp. 20.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Ibnu jengkel juga, begitu kena tilang pikiran Ibnu Rp. 20.000,- melayang. Akhirnya pilih di pengadilan aja, dengan alasan agar polisinya tidak terlalu gampang mencari uang. Di pengadilan jalan kapas, Ibnu tidak sempat ikut sidang seperti tanggal yang telah ditentukan, jadi sama saja, minta tolong tukang parkir untuk mengambilkan berkas, dengan biaya Rp. 18.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari Ibnu ketilang sampai dua kali dalam sehari. Ini rekor, polisi yang menilang Ibnu yang kedua maklum dan melepaskan Ibnu . Polisi ini sering menunggu orang yang melanggar peraturan lalu lintas di Jalan Timoho (dua tempat), Jalan batikan,  di depan makam kusuma negara dll. Mereka disebut menunggu karena memang sedang menunggu, karena mereka tidak berdiri di pos polisi, melainkan di tempat yang agak tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu pernah juga meletakkan kartu nama anggota ABRI sodaranya teman saya. Hal ini ditujukan saat Ibnu mencari SIM di dompet, si polisi melihat kartu nama tersebut, dan kemudian Ibnu bilang silakan bapak bawa dulu SIM nya nanti akan diambil oleh kakak Ibnu. Cara ini kadang berhasil kadang juga tidak. Berhasil berarti Ibnu tidak perlu membayar dan polisi meninggalkan Ibnu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat SIM Ibnu masa berlakunya hampir habis, karena kena tilang maka Ibnu berikan saja SIMnya daripada Rp. 20.000,- melayang.   Trus saat perpanjangan tiba tinggal bilang kalo SIM yang lama hilang. Mereka minta laporang kehilangan, dan semuanya beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hal ini tidak berlaku di Jogjakarta saja, bahkan sya pernah baca berita juga berlaku di Jakarta, dan yang menghebohkan video tentang polisi yang mengenakan denda ini muncul di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=q4j0Hg8eFsc"&gt;YouTube&lt;/a&gt;, dan beritanya muncul di &lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/30/time/181204/idnews/860148/idkanal/10"&gt;Internet&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak saat itu bila Ibnu melihat orang yang sedang ditilang polisi, maka Ibnu berteriak, "Dua puluh ribu ni yee..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/770023101705898958-4887004412873399088?l=isuindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isuindonesia.blogspot.com/feeds/4887004412873399088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=770023101705898958&amp;postID=4887004412873399088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/4887004412873399088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/4887004412873399088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isuindonesia.blogspot.com/2007/12/video-polisi-disogok-di-bali.html' title='Video Polisi Disogok di Bali'/><author><name>Rusydi Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/SvujO7dtEpI/AAAAAAAAAGE/tC9OjPu_9-I/S220/usa.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/R1GKcCVdxEI/AAAAAAAAAAM/0n0PwiBQAhk/s72-c/Polisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-770023101705898958.post-1518098410514752643</id><published>2007-11-26T05:04:00.000-08:00</published><updated>2007-11-26T05:14:24.633-08:00</updated><title type='text'>Tentang Blog Ini</title><content type='html'>Blog ini saya tujukan untuk mengetahui pendapat Anda semua tentang isu yang saya ajukan. Yah isu itu mulai dari Artis, Pejabat Pemerintahan, Bisnis dan Pendidikan. Semua macam isu dapat di tampilkan disini. Terutama isu yang sedang hangat, misalnya tentang korupsi, kawin cerai artis, bisnis terbaru, model pendidikan terbaru dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tentunya tidak menulis sendiri, Anda semua sebagai pembaca diminta untuk mengirimkan artikel Anda dan tentunya setelah melalui verifikasi akan dimuat di blog saya ini. Dan dengan demikian maka semua pembaca dapat mengetahui kejadian apa yang telah terjadi akhir-akhir ini di Indonesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya menulis semua ini, karena saya saat ini berada di Hyderabad India. Saya ga mau ketinggalan tentang isu terkini yang sedang menjalar di Indonesia. Maklum suatu saat saya kembali ke Indonesia nanti dikira, kuper hehhehhe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O, ya, ini alamat yang Anda tuju bila ingin mengirimkan artikel rusydi.umar@gmail.com. Saya tunggu email dari Anda semua. Terima kasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/770023101705898958-1518098410514752643?l=isuindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://isuindonesia.blogspot.com/feeds/1518098410514752643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=770023101705898958&amp;postID=1518098410514752643' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/1518098410514752643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/770023101705898958/posts/default/1518098410514752643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://isuindonesia.blogspot.com/2007/11/tentang-blog-ini.html' title='Tentang Blog Ini'/><author><name>Rusydi Umar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='22' src='http://2.bp.blogspot.com/_hIa1XYzu71c/SvujO7dtEpI/AAAAAAAAAGE/tC9OjPu_9-I/S220/usa.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
